Pada artikel ini, saya ingin memperkenalkan jagoan-jagoan saya....sebut saja mereka Na, Nu, dan Naw.....Na adalah si sulung yang saat ini berusia 5 tahun 7 bulan, sudah duduk di TK B. Harusnya Na masuk SD karena tahun lalu pun sudah di TK B tetapi karena masih relatif muda akhirnya kami ulang TK B-nya...sebenarnya kami telah mencoba mengikutkannya pada tes masuk penerima
an SD di daerah kami tetapi ternyata walaupun dari sisi akademik lulus anak saya masih relatif muda sehingga secara psikologis masih harus di TK B. Na ini lumayan aktif sehingga kami berusaha mengarahkan pada kegiatan2 positif. Tahun lalu Na ikut kursus drumband disekolahnya...wah pas pertunjukan pada saat perpisahan sekolah, dia sangat senang sekali. Tahun ini, Na mulai ikut kursus matematika kumon. Ternyata, na sangat suka....saking semangatnya, kadang-kadang dia minta mengerjakan PR untuk 3 hari ke depan sekaligus padahal harusnya satu-satu per hari. Sekarang na sedang mempelajari matematika untuk kelas I SD awal.
Nu saat ini berusia 2 tahun 9 bulan. Nu lebih aktif dari kakaknya dan lebih cepat menyerap hal-hal baru yang terjadi disekitarnya. Saat ini sedang semangat mempelajari angka dan huruf. Sedangkan si bungsu, Naw, saat ini berusia 9 bulan dan sudah mulai bisa berdiri sendiri.
Sejak anak kedua lahir, kami lumayan lebih sibuk dibandingkan dengan mengurus kakaknya saja. Apalagi setelah yang kedua beranjak besar. Ternyata anak kedua saya memiliki sifat yang berbeda dengan kakaknya. Kalau kakaknya lebih pasif, yang kedua lumayan aktif terutama dalam menyerap hal-hal baru. Misalnya ketika kakaknya menonton film jepang yang bercerita tentang seorang jagoan super, yang lebih aktif memperagakan ternyata anak kedua dibandingkan dengan kakaknya...apalagi setelah lahir jagoan yang ketiga...walah walah bahkan jadi sasaran 'praktik berkelahinya'....akhirnya saya stop membeli 'cakram' terkait film itu (untungnya baru beli satu). Tapi saya tidak bisa memberhentikan acara di TV yang secara rutin menayangkan film itu.....ya sudah saya matikan tv terutama pada jam-jam tayangnya (bisa lebih sekali dalam sehari).
Sampai dengan anak ketiga ini, Alhamdulillah kami masih bisa mengurus mereka sendiri sehingga semua yang terjadi di rumah dapat kami pantau. Makanya termasuk pengaturan jadwal nonton tv pun bisa kami atur. Meskipun kadang-kadang kecolongan juga :-(
Banyak cara yang dapat dilakukan untuk mengalihkan perhatian mereka pada 'kotak ajaib' itu. Misalnya dengan menyediakan mainan yang bermanfaat untuk mereka. Selain itu, saya sediakan kertas-kerta scrap atau baru untuk mereka beserta berbagai macam pensil gambar dan krayonnya....(walaupun akibatnya bila tidak ada yang ngawasi dinding rumah menjadi korban mereka).
Tetap saja, meskipun ada sarana di atas, yang namanya kenakalan gaya mereka tetap terjadi. Keributan kecil sering terjadi antara Na dan Nu bahkan sekarang ini Nu sedang hoby mengganggu adiknya yang mulai dapat berdiri sendiri. Belum lagi kenakalan-kenakalan dan bahasa-bahasa yang di bawa Na dari sekolahnya....yang dipraktikkan di rumah pada adik-adiknya...kami sempat bingung juga bagaimana menghentikan ini. Untungnya Na ini sejak berusia 2 tahunan telah kami ceritakan dongeng sebelum tidur. Setelah sekolah, dongeng-dongeng itu selalu saya kaitkan dengan hal-hal baru yang kurang bermanfaat, baik yang diperolehnya di sekolah maupun dari tayangan tv. Ada beberapa dongeng yang Insya Allah telah membantu kami meminimalisir kenakalan anak-anak saya, nanti akan saya berikan satu-satu disertai hal-hal yang melatarbelakangi munculnya dongeng itu....Untuk sementara, ini adalah jagoan-jagoan kami yang menjadi tanggung jawab kami untuk mengantarkan mereka pada apa-apa yang dikehendaki Allah, Rasulullah, orang tua, dan mereka sendiri.....
--o0o--
4 komentar:
wah lutju2 mas anaknya...
ih..udah ditulis kok tadi.. kemana ya :D? gw salut sama yanti, ngurusin 3 jagoan sendirian kalo si ayah ngantor. Oiya, ini webku ya http:\\hanarafi.com
Terima kasih mbak...semoga bisa bermanfaat isi dari blog kami ini...
Posting Komentar