Rabu, 30 Desember 2009

Libur Sekolah Telah Tiba.....





Minggu ke empat Na dan Nu telah libur sekolah mereka. Ini adalah libur pertama Na dan Nu. Untuk Na, liburan kali merupakan liburan setelah dilakukannya ujian semester I. Sebelumnya ayah dan ibu Na, Nu, dan Naw telah merencanakan untuk berlibur ke Bandung. Keberangkatan ke Bandung adalah pada tanggal 24 Desember dengan menggunakan kereta api Agro Gede. Wah Na, Nu, dan Naw sangat senang sekali. Kalau Naw hampir sepanjang perjalanan tidur sedangkan Na dan Nu bercanda terus sambil makan.

Di Bandung, Nu, Na dan Naw mengunjungi kebun binatang dan taman lalu lintas yang permainnya lumayan lengkap. Di taman lalu lintas, Nu lebih suka memilih bersepeda sedang Na dan Naw lebih senang permainan memancing. Sebelumnya Nu, Na dan Naw berputar di taman lalu lintas dengan menggunakan kereta mini.

Pada hari ketiga Nu, Na dan Naw mengunjungi neneknya di Purwakarta. Nu, Na, dan Naw menginap dirumah kakek dan neneknya selama 3 hari dan kembali ke Depok pada tanggal 29 Desember.

Sayangnya Nu dan Na sakit panas bahkan Na disertai dengan sakit perut setelah kembali jalan-jalan dan liburan di rumah kakek dan neneknya. Mungkin karena Na, Nu dan Naw terlalu senang bertemu dengan sepupunya dan jalan-jalan sehingga agak kurang terkendali makan dan waktu bermainnya. Cepat sehat ya Na dan Nu.......

Pada saat di Bandung, tepatnya pada tanggal 26 Desember dilakukan pembagian raport di sekolah Na. Jadinya Na tidak bisa mengambil. Untungnya ada teman ayah Na yang juga puterinya bersekolah dan pada tingkat yang sama dengan Na. Sayangnya nilai Na turun sehingga peringkatnya juga turun dari 3 pada saat pembagian raport bayangan menjadi rangking 6. Kelihatannya Na kecewa pada saat diberitahu mengenai penurunan ini. Tetapi ayah dan ibu Na terus memotivasi Na bahwa masih ada kesempatan untuk memperbaiki nilai. Asal Na harus semakin rajin belajar dan ingat pesan bu guru supaya lebih disiplin di dalam kelas.....semoga keinginan Na untuk memperbaiki nilai terkabul.......amiiin......

---o0---

Rabu, 23 Desember 2009

Tanggalnya Gigi Na Pertama Kali

Malam itu ayah Na menemani Na sebelum tidur. Ayah Na secara tak sengaja mengecek gigi Na. Ternyata gigi Na yang bawah tengah telah tumbuh yang baru padahal yang lama belum tanggal. Cukup kaget juga ayah ibu dan Na. Selama dua minggu terakhir Na memang menggosok gigi sendiri tidak dicek lagi oleh ayah dan ibu sehingga tidak diketahui lebih awal.

Akhirnya Na esoknya ke RS terdekat dengan rumah kami. Dari cerita ibu Na, Na bolak balik dari ruang tunggu ke ruang dokter karena ketakutan sehingga dilewati oleh beberapa pasien berikutnya. Na bercerita giginya disuntik dan dicabut. Ternyata yang dicabut bukan hanya satu tetapi dua karena gigi yang kedua akan tumbuh juga.

Sebenarnya gigi Na yang tengah atas juga ada yang longgar tetapi dokternya meminta di foto dulu untuk mengetahui ada gigi yang akan tumbuh atau tidak.

Nak, sekarang Na sudah besar sudah mulai ada tanda-tanda Na akan meninggalkan masa kanak-kanak yang paling indah...semoga dengan tanggalnya gigi pertama Na semakin membuat Na mempersiapkan diri untuk menghadapi kehidupan yang lebih berat di masa yang akan datang....Selamat tanggal gigi pertama Na.............(love you forever from ayah and ibu....)

Jumat, 11 Desember 2009

Ujian Pertama Na


Mulai tanggal 14 Desember 2009 sampai satu minggu kemudian, Na akan menghadapi ujian pertamanya. Pada Ulangan Pra Mid sebelumnya nilai Na cukup bagus bahkan pada saat pembagian 'raport bayangan' rata-rata nilai Na berada di posisi ketiga. Menghadapi Ulangan Semeter I yang merupakan ujian pertama bagi Na ini, ayah ibu Na dibuat sibuk untuk mempersiapkan Na agar dapat menjawab soal-soal ujian kelak. Sibuk.. karena Na akhir-akhir ini moodnya kurang bagus, apalagi ketika bersamaan dengan pengerjaan Kumon nya...wah Na bisa teriak-teriak kalau kemudian diminta untuk menghafal.

Tetapi, alhamdulillah... Na setiap malam sebelum tidur pada minggu sekolah selalu belajar terlebih dahulu...mudah-mudahan itu sangat membantu Na sehingga tidak perlu belajar lebih keras lagi.

Na...Semoga Ujian mu lancar nak......dan dapat nilai yang bagus.....tetapi jangan khawatir kalau sudah berusaha dengan keras tetapi nilainya tidak memuaskan, ayah dan ibu tidak akan marah...itu tandanya Na harus belajar lebih keras di Semester berikutnya......Bravo untuk Na.....

---------o0o----------

Jumat, 16 Oktober 2009

Cerita Nu di Sekolah


Ini adalah cerita Nu di Sekolah. Pada awal masuk sekolah Nu sebenarnya cukup mandiri dibandingkan dengan teman-temannya. Hanya dari awal Nu tidak mau berbaris sebelum masuk kelas, alasannya pasti klise 'cape' padahal dari rumah sampai sekolah menggunakan mobil jemputan.

Ketika di kelas
, sebenarnya Nu cukup mandiri. Walaupun diantar, Ibu Nu tidak menunggu di dalam kelas tetapi dilantai 1 sekolah. Dua minggu setelah masuk sekolah di Playgroup, kami merencanakan agar Nu tidak lagi diantar. Ibu Nu sebenarnya mengantar tetapi tidak menunggu di depan kelas. Ibu Nu dan Naw menunggu agak jauh dari kelas dan kadang-kadang pulang begitu Nu telah masuk kelas. Tetapi pada hari pertama Nu ditinggal, Nu berteriak histeris mencari Ibunya yang biasanya terlihat ketika melihat di pintu atau jendela kelas. Seminggu setelah itu, Nu selalu ketakutan ditinggal Ibunya sehingga Ibu nya harus terlihat dari kelas Nu kalau tidak, Nu akan berteriak histeris kadang memukul-mukul ibunya.

Setelah libur Lebaran, ternyata kondisi ini terus berlanjut, bahkan lebih parah. Nu tetap tidak mau baris, tidak mau olah raga, dan tidak mau belajar selain menggambar. Wah, susah juga akhirnya kami cari cara supaya Nu bisa berubah. Pertama adalah pemberian hadiah jika Nu melakukan semua kegiatan di sekolah dengan baik. Usaha ini tidak berhasil, Nu sepertinya tidak mempermasalahkan kalaupun tidak dapat hadiah. Kedua dengan tidak memberikan bekal sebelum waktunya dibuka. Tetap ini pun tidak berhasil, yang ada Ibu Nu di pukul dan dicubit.

Akhirnya kami mencoba menghukum Nu dengan sesuatu yang ditakutinya, yaitu keramas setiap sore hari...biasanya Nu hanya meminta 3 gayung untuk menyiram rambutnya yang dishampoo. Ini baru berjalan seminggi ke bela
kang. Sepertinya lumayan mujarab. Nu diancam akan dikeramas 30 gayung kalau tidak mau melaksanakan kegiatan di sekolah. Lumayan, Nu mau baris tetapi tidak mau membaca doa dan mengaji. Ya sudah pada sore hari Ayah Nu mencuci rambut Nu dengan 30 'gayung'. Sebenarnya itu hanya 3 gayung tetapi dihitung dengan cepat sampai dengan 30. Cukup ampuh tetapi ada kekhawatiran Nu akan ketakutan. Sejauh ini Nu tidak mengalami mimpi terkait keramas ini. Biasanya Na, Nu, dan Naw akan bermimpi tentang yang mereka takuti melalui teriakan, celotehan atau tangisan....mudah-mudahan Nu semakin pintar dan rajin ya...tentu saja kami sebagai orang tua terus berupaya mencari cara yang baik dan tidak menyakiti untuk membuat Nu dan kakak adiknya menjadi manusia yang beriman dan berbakti...............amiiieeen.....


Kamis, 01 Oktober 2009

H O R E E E L E B A R A N !!!!!


Lebaran tahun 2009 Na, Nu dan Naw dirayakan di rumah neneknya di Sukabumi. Berada di bawah kaki gunung Pangrango membuat pagi tanggal 20 September 2009 sangat dingin. Akibatnya Na, Nu dan Naw sulit dibangunkan untuk mandi pagi....walaupun dengan bujukan akhirnya mereka mau bangun dan mandi. Selanjutnya adalah menggunakan Koko yang sudah disiapkan. Untuk Lebaran kali ini thema nya adalah Go-Brown Familly......... so Na, Nu, dan Naw menggunakan koko warna coklat, begitupun ayah dan ibunya.

Saat sholat ied, hanya Na yang agak rewel ingin cepat cepat selesai. Setelah sholat ied usai, akhirnya Na, Nu, dan Naw pun mengganti baju Koko masih dengan seragam warna coklat. Wah persis kayak trio penyanyi siap beraksi di panggung he he he he.....

Pada hari itu juga kami bersiap siap menuju rumah nenek dan kakek Na, Nu dan Naw di Purwakarta. Pada sore hari kami telah sampai di Purwakarta. Di hari berikutnya adalah bersilaturahmi kepada Saudara-Saudara dari Nenek Na, Nu dan Naw yang ada di Subang.

Hari Ketiga setelah lebaran kami isi dengan jalan-jalan ke Taman Mini Indonesia Indah. Wah cukup ramai juga, tetapi Na, Nu, dan Naw cukup menikmati. Apalagi sepupu mereka juga turut serta. Saking penuhnya kami hanya bisa masuk di 3D dan akuarium air tawar..... alhamdulillah Na, Nu dan Naw sangat senang....sorenya kami kembali ke rumah di Depok.....

Rabu, 02 September 2009

Puasa





Alhamdulillah sampai dengan hari ke-12 ini Na masih rutin berpuasa walupun setengah hari. Tetap, masih diperlukan perjuangan yang cukup besar seperti tahun lalu. Untuk makan sahur, Na cukup sulit. Kami menyiasatinya dengan cara memberikan susu terlebih dahulu meskipun tidak membantu banyak. Tetapi, kalau sudah mulai makan sebenarnya Na cukup semangat. Sayangnya, ini biasanya terjadi setelah diujung imsak atau adzan shubuh.

Siangnya Na akan merajuk untuk berbuka...apalagi kalau melihat Nu dan Naw makan sesuatu....pasti Na minta berbuka. Walaupun setelah berbuka, kadang makanan itu tidak menarik buat Na.

Untuk Nu, kadang Nu ikut sahur dan mengangguk bila ditanya mau puasa atau tidak. Hanya saja biasanya pagi-pagi sekali Nu ini sudah mencari-cari kue di lemari es atau lemari tempat biasanya kue disimpan.

Na dan Nu pada awal puasa masih sekolah. Kasihan Na, kelihatan sekali kalau pulang sekolah kecapean. Biasanya nyame di rumah jam 12 kurang sedikit. Nah untuk menunggu adzan dhuhur biasanya diperlukan bujukan-bujukan agar Na tidak berbuka sebelum adzan.

Mudah-mudahan Na bisa mempelajari sesuatu dari puasanya dan pada tahun-tahun yang akan datang semakin rajin dan semakin lama puasanya kalau bisa sampai maghrib teruuus......

Kamis, 06 Agustus 2009

Minggu Pertama Sekolah Na dan Nu




Sekolah Na dan Nu dimulai pada akhir bulan Juli kemarin. Wah kebayangkan, sekolah Na paling jauh dari rumah. Na harus bangun jam 5 mandi, sarapan dan jemputan sudah menunggu di depan rumah jam 6 teng. Melihat Na berangkat sekolah kadang kasihan, rambutnya saja masih jambul karena bekas tidur semalam. Tetapi melihat semangat Na untuk sekolah patuh diacungi jempol. Walaupun pada saat dibangunkan dan sebelum mandi ada acara mogok. Pada hari pertama sampai dengan ketiga Na pulang jam 10-12 tetapi setelahnya Na pulang pukul 13.30 sampai di depan rumah. Untungnya kami membayar catering untuk Na sehingga setiap pulang sekolah Na telah makan siang di sekolahnya.

Dalam seminggu dua kali, Na juga mengikuti kursus matematika kumon. Biasanya jemputan kumon sudah menunggu pukul 14.00 di depan rumah. Na pun cepat cepat bergegas mengganti baju untuk segera kursus. Pernah diminta pada Na untuk istirahat dulu kumonnya tetapi jawabannya yang didapat adalah 'tidak mau' ya sudah dilanjut terus. Belum lagi dari Senin-Jumat Na juga harus mengikuti TPA di mesjid dekat rumah. Wah cukup sibuk memang.

Adapun Nu, berangkat sekolah playgroupnya pada pukul 7 pagi. Mobil jemputan pada jam tersebut telah siap mengantarkan Nu. Sebenarnya Nu sudah siap sejak pukul 5 pagi (baca artikel sebelumnya yang menjelaskan prosedur Nu). Untuk bangunpun, Nu relatif mudah, tingggal dicolek langsung berdiri dan minta mandi pertama kali sebelum yang lain. Ada yang lucu dari sekolah Nu ini, sampai dengan saat artikel ini ditulis, Nu masih malas mengikuti kegiatan yang ada disekolahnya. Untuk menggambar sih masih semangat tapi untuk menyanyi dan berolah raga wah Nu lebih banyak diam dan senyum senyum....kalau diminta selalu alasannya 'cape'....... selain itu Nu juga masih diantar Ibu dan adiknya Naw setiap di beritahu supaya jangan diantara selalu bekelit ada anak yang nakal......Nu juga mulai mengaji di TPA bersama-sama dengan kakaknya.....ini sih lumayan semangat mungkin karena relatif dekat dan mengenal teman-temannya.

Semoga Na dan Nu menjadi anak yang pintar yang dapat menjadi permata bagi orang tuanya dan menjadi pembela agama, bangsa dan negaranya...... amiiiiiin

Selasa, 09 Juni 2009

TK Na Yang Segera Berakhir..............





Na sudah beranjak besar. Sekarang usianya sudah memasuki 6 tahun lebih. Na sudah mengarungi 3 (tiga) tahun pendidikan taman kanak-kanak. Tahun pertama masuk di TK A dekat rumah dan Tahun kedua dan ketiga masuk TK B. Ya, Na 2 tahun di TK B nya......Sebenarnya pada tahun pertama di TK B, Na sudah mencoba mengikuti ujian masuk di salah satu SDIT di Kota Depok. Tetapi tidak diterima dengan alasan walau dari segi kemampuan telah mencukupi namun dari sisi psikologis masih belum karena usianya masih belum mencukupi (5 tahun). Saya tanya Na, apa mau sekolah di TK B lagi? dengan semangat Na menjawab iya biar bisa main terus. Jadinya banyak kegiatan yang dilakukan dua kali oleh Na. Misalnya adalah porseni, perpisahan, termasuk hafalan dan kegiatan lainnya. Tetapi ini membuat Na semakin mengerti pelajaran bahkan ketika ujian masuk ke SDIT Na langsung diterima di putaran pertama........
Pada pertengahan Juni 2009, TK Na mengadakan perpisahan di Taman Safari. Karena tidak mau kehilangan momen akhirnya seluruh keluarga, ayah, ibu, dan 2 adik Na ikut serta. Na Senang sekali, juga Nu dan Naw. Alhamdulillah Na mendapat gelar "Si Pintar nan Aktif" dan menjadi salah satu dari lima lulusan terbaik TK nya......teruskan prestasi mu ya Na.....

Prosedur Nu.....


Anak kedua kami sebulan terakhir ini seperti memiliki prosedur yang baku. Setiap hari kerja, Nu Akan mengikuti ayahnya bangun shubuh. Kemudian dia akan meminta dimandikan lebih dahulu. Kalau ayahnya terlanjur mandi, Nu akan nangis dan meminta ayahnya untuk mengenakan kembali baju tidur yang sebelumnya dikenakan. Wah berat juga nih, soalnya saya tidak mau melakukan sesuatu yang menurut saya akan menjadi kebiasaan buruk anak....walaupun sesekali dengan terpaksa diikuti. Akhirnya sekarang Nu saya bangunkan setiap shubuh...

Prosedur berikutnya adalah sikat gigi bareng sebelum Nu mandi dan setelah mandi kemudian sholat shubuh, membuka kunci rumah dan gerbang bareng. Yang lebih lucu lagi adalah jika saya sudah terlanjur memasang sabuk pada celana......Nu akan protes dan meminta sabuk dibuka kembali. Kemudian Nu akan kembali memasang sabuk di celana saya.....

Proseduer selanjutnya yang juga merupakan prosedur kakak dan adiknya adalah menunggu saya pulang kerja. Setiap pulang kerja Na dan Nu keluar dari rumah dan meminta berputar mengelilingi satu blok di perumahan kam menggunakan sepeda motor. Kasihan Naw, karena masih kecil hanya dapat melihat kakak-kakaknya berlari ke arah sepeda motor yang saya kendarai. Setelah satu putaran dan setelah masuk garasi, Nu biasanya akan mematikan motor. Wah kalau saya lupa dan mematikan motor, Nu akan marah dan meminta saya menyalakan lagi sepeda motor. Na, Nu dan Naw kemudia siap-siap di dalam rumah mengecek isi tas saya...biasanya saya membawa sesuatu yang bisa mereka makan....walaupun nilainya tidak seberapa, cukup membuat jagoan-jagoan itu senang.

Prosedur mandi malam adalah selanjutnya. Na dan Nu biasanya minta saya yang memandikan. Cape juga sih tapi melihat mereka senang segala cape pun hilang. Terakhir Naw mulai minta dimandikan meskipun masih jarang. Dan prosedur terakhir adalah tidur. Kalau ini sih selalu ada acara meminta Na, Nu, dan Naw tidak loncat-loncat di atas kasur, memainkan selimut dan lain-lain. Ini godaan untuk marah yang cukup besar bagi ayah dan ibu mereka. Dengan kelelahan selama seharian, waktu istirahat menjadi ajang untuk meminta mereka diam. Meski, kami tahu sangat sering permintaan itu tidak diindahkan. Toh kalau sudah waktunya tidur mereka pun akan diam. Setiap malam, Nu akan meminta saya untuk tidur disampingnya dengan posisi tangan memeluk Nu. Jangan harap Na dan Naw tidur disamping saya, kecuali Nu akan marah dan meminta mereka untuk tidur di dekat Ibunya.

Anehnya prosedur itu bisa kacau jika akhir minggu atau pada saat liburan (kecuali prosedur mandi dan tidur). Hanya satu yang sangat antusias yang diperlihatkan oleh Nu ketika tahu ayahnya libur, yaitu kata JEY!! untuk kata YESS!! sambil mengepalkan tangan ke atas. Saya dan isteri hanya bisa menggelengkan kepala dan tersenyum melihat itu......

(untuk jagoan-jagoan ayah, I always love you kids,
selelah apapun akan hilang melihat wajah cerah kalian)

Senin, 06 April 2009


What's your favorite costome?

Nu dan Naw kami belikan kostum spiderman. Mereka sangat senang menggunakan kostum tersebut yang menjadi baju tidur mereka. Ada kejadian lucu, ketika kami menyebut baju tidur spiderman, pramuniaga toko tertawa dan menjelaskan bahwa itu bukan baju tidur tetapi baju kostum (what the?). Ya sudah akhirnya pakaian itu pun kami beli. Nu dan Naw sangat senang sekali, mereka bahkan ingin memakai pakaian itu saat pertama kali melihatnya, kami meminta mereka untuk bersabar karena pakaian harus dicuci dulu. Saat kering, Nu dan Naw langsung menggunakan pakaian itu dan bergaya serta teriak teriak minta di potret.

Setelah Naw besar, Nu dan Na minta dibelikan pakaian Batman yang sama untuk mereka bertiga. Kembali kami menelusuri pertokoan di ITC Depok untuk mendapatkan kostum tersebut. Akhirnya kostum pun didapat. Setelah dicuci dan kering, Nu dan Na tak sabar ingin memakai kostum itu. Akhirnya ketiganya memakai kostum itu....sayang Naw masih belum berani menggunakan tutup kepalanya....

Wah tinggal kami yang repot menjaga mereka. Setelah menggunakan pakaian kostum itu, biasanya ada acara loncat dan loncat dan teriak teriak kadang diikuti dengan kontak fisik......untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan biasanya kami akan menunggu mereka sampai tidur.

Jumat, 03 April 2009

Assalamualaikum.....

Wah lama juga tidak mengisi blog nanunaw ini. Maklum tiga bulan kemarin lumayan sibuk. Pada kesempatan ini kami ingin berbagi mengenai perjalanan Na ke SDIT. Na tahun ini Insya Allah akan lulus dari TK B - nya. Berbeda dengan zaman orang tuanya (jadi ingat pesan Rasulullah), untuk masuk SD ternyata calon murid harus melewati beberapa tes atau ujian. Tidak terbayangkan, tes seperti apa yang harus dilewati oleh calon murid tersebut. Na rencananya akan masuk SDIT yang cukup jauh dari rumah kami. Tetapi karena kualitas belajar dan lulusan dari SDIT itu sudah cukup terkenal bagusnya maka kami pun mencoba memasukan Na kesana.

Ketika pendapftaran awal, ternyata calon murid harus melalui dua macam tes. Tes pertama adalah Tes Psikologi dan yang kedua adalah Tes Akademis. Miris juga melihat materi ujian yang akan dihadapi oleh Na tersebut. Untungnya TK tempat Na belajar, telah melakukan tes psikologi dan untuk akademis sepertinya sekolahnya sudah melakukan dari jauh jauh hari apalagi Na juga mengulang TK B nya (lihat artikel sebelumnya). Tes dilakukan dua kali pada hari Sabtu yang berbeda.

Tes pertama. Tes ini adalah tes psikologi. Dari informasi, psikolog yang digunakan dari sebuah universitas negeri yang ada di Depok. So, sepertinya untuk independensi oke lah. Tes dimulai pada pukul 9 dan kira-kira akan memakan waktu 1- jam. Ada insiden lucu saat akan dimulai tes. Na melihat peserta lain membawa pensil warna sedang dia tidak. Wah akhirnya kami lari-lari ke toko buku seberang sekolah. Padahal Nu juga ikut pada tes itu, jadi kebayang kan gimana serunya kami bertiga lari-lari. Untungnya masih kekejar. Ternyata setelah selesai tes, Na cerita pensil warna itu tidak digunakan. Untuk tesnya sendiri, Na cerita dengan cukup pede bisa menjawab dan mengerjakan soal.

Tes kedua. Sabtu ini adalah tes akademis, bentuknya wawancara dan praktik calon murid menulis, membaca, menghitung, membaca iqro, menghafal surat pendek, dan doa. Insiden melelahkan terjadi lagi. Kali ini kami datang agak siang sehingga Na diberikan nomor kedua terakhir dari 25 peserta kelompoknya yang tes. Nu juga ikut. Jadi mereka berdua kepanasan karena harus menunggu cukup lama. Kita datang jam 8 tetapi tes Na baru dilakukan pada pukul 9.30. Setelah keluar dari ruang tes, Na dengan pede bercerita bahwa dia bisa menjawab semua soal kecuali hafalan doa ada bagian yang lupa (memang kalau belajar di rumah pun Na sering lupa awal surat tapi kalau sudah diingatkan langsung lancar sampai akhir).

Minggu ketiga. Minggu ini adalah pengumuman penerimaan. Seharusnya pengumuman bisa dilihat pada hari Rabunya. Namun karena hari Rabu ada acara Na di Ancol dari TK -nya maka kami tidak ke SDIT tersebut, selain itu karena pada saat tes kedua kami terlambat sehingga tidak tahu ada pengumuman hari Rabu bisa tahu apakah Na diterima atau tidak. Alhamdulillah ternyata Na adalah satu dari 61 calon murid yang lulus. Sebanyak 30 calon tidak lulus. Na senang sekali. Na....mudah-mudahan Na dapat belajar di SDIT tersebut dengan baik sehingga dapat diperoleh dasar-dasar ilmu yang selanjutnya akan merentangkan sayapmu nak dikemudian hari. Amiiiin.