Wah lama juga tidak mengisi blog nanunaw ini. Maklum tiga bulan kemarin lumayan sibuk. Pada kesempatan ini kami ingin berbagi mengenai perjalanan Na ke SDIT. Na tahun ini Insya Allah akan lulus dari TK B - nya. Berbeda dengan zaman orang tuanya (jadi ingat pesan Rasulullah), untuk masuk SD ternyata calon murid harus melewati beberapa tes atau ujian. Tidak terbayangkan, tes seperti apa yang harus dilewati oleh calon murid tersebut. Na rencananya akan masuk SDIT yang cukup jauh dari rumah kami. Tetapi karena kualitas belajar dan lulusan dari SDIT itu sudah cukup terkenal bagusnya maka kami pun mencoba memasukan Na kesana.
Ketika pendapftaran awal, ternyata calon murid harus melalui dua macam tes. Tes pertama adalah Tes Psikologi dan yang kedua adalah Tes Akademis. Miris juga melihat materi ujian yang akan dihadapi oleh Na tersebut. Untungnya TK tempat Na belajar, telah melakukan tes psikologi dan untuk akademis sepertinya sekolahnya sudah melakukan dari jauh jauh hari apalagi Na juga mengulang TK B nya (lihat artikel sebelumnya). Tes dilakukan dua kali pada hari Sabtu yang berbeda.
Tes pertama. Tes ini adalah tes psikologi. Dari informasi, psikolog yang digunakan dari sebuah universitas negeri yang ada di Depok. So, sepertinya untuk independensi oke lah. Tes dimulai pada pukul 9 dan kira-kira akan memakan waktu 1- jam. Ada insiden lucu saat akan dim
Tes kedua. Sabtu ini adalah tes akademis, bentuknya wawancara dan praktik calon murid menulis, membaca, menghitung, membaca iqro, menghafal surat pendek, dan doa. Insiden melelahkan terjadi lagi. Kali ini kami datang agak siang sehingga Na diberikan nomor kedua terakhir dari 25 peserta kelompoknya yang tes. Nu juga ikut. Jadi mereka berdua kepanasan karena harus menunggu cukup lama. Kita datang jam 8 tetapi tes Na baru dilakukan pada pukul 9.30. Setelah keluar dari ruang tes, Na dengan pede bercerita bahwa dia bisa menjawab semua soal kecuali hafalan doa ada bagian yang lupa (memang kalau belajar di rumah pun Na sering lupa awal surat tapi kalau sudah diingatkan langsung lancar sampai akhir).
Minggu ketiga. Minggu ini adalah pengumuman penerimaan. Seharusnya pengumuman bisa dilihat pada hari Rabunya. Namun karena hari Rabu ada acara Na di Ancol dari TK -nya maka kami tidak ke SDIT tersebut, selain itu karena pada saat tes kedua kami terlambat sehingga tidak tahu ada pengumuman hari Rabu bisa tahu apakah Na diterima atau tidak. Alhamdulillah ternyata Na adalah satu dari 61 calon murid yang lulus. Sebanyak 30 calon tidak lulus. Na senang sekali. Na....mudah-mudahan Na dapat belajar di SDIT tersebut dengan baik sehingga dapat diperoleh dasar-dasar ilmu yang selanjutnya akan merentangkan sayapmu nak dikemudian hari. Amiiiin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar