Selasa, 09 Juni 2009

Prosedur Nu.....


Anak kedua kami sebulan terakhir ini seperti memiliki prosedur yang baku. Setiap hari kerja, Nu Akan mengikuti ayahnya bangun shubuh. Kemudian dia akan meminta dimandikan lebih dahulu. Kalau ayahnya terlanjur mandi, Nu akan nangis dan meminta ayahnya untuk mengenakan kembali baju tidur yang sebelumnya dikenakan. Wah berat juga nih, soalnya saya tidak mau melakukan sesuatu yang menurut saya akan menjadi kebiasaan buruk anak....walaupun sesekali dengan terpaksa diikuti. Akhirnya sekarang Nu saya bangunkan setiap shubuh...

Prosedur berikutnya adalah sikat gigi bareng sebelum Nu mandi dan setelah mandi kemudian sholat shubuh, membuka kunci rumah dan gerbang bareng. Yang lebih lucu lagi adalah jika saya sudah terlanjur memasang sabuk pada celana......Nu akan protes dan meminta sabuk dibuka kembali. Kemudian Nu akan kembali memasang sabuk di celana saya.....

Proseduer selanjutnya yang juga merupakan prosedur kakak dan adiknya adalah menunggu saya pulang kerja. Setiap pulang kerja Na dan Nu keluar dari rumah dan meminta berputar mengelilingi satu blok di perumahan kam menggunakan sepeda motor. Kasihan Naw, karena masih kecil hanya dapat melihat kakak-kakaknya berlari ke arah sepeda motor yang saya kendarai. Setelah satu putaran dan setelah masuk garasi, Nu biasanya akan mematikan motor. Wah kalau saya lupa dan mematikan motor, Nu akan marah dan meminta saya menyalakan lagi sepeda motor. Na, Nu dan Naw kemudia siap-siap di dalam rumah mengecek isi tas saya...biasanya saya membawa sesuatu yang bisa mereka makan....walaupun nilainya tidak seberapa, cukup membuat jagoan-jagoan itu senang.

Prosedur mandi malam adalah selanjutnya. Na dan Nu biasanya minta saya yang memandikan. Cape juga sih tapi melihat mereka senang segala cape pun hilang. Terakhir Naw mulai minta dimandikan meskipun masih jarang. Dan prosedur terakhir adalah tidur. Kalau ini sih selalu ada acara meminta Na, Nu, dan Naw tidak loncat-loncat di atas kasur, memainkan selimut dan lain-lain. Ini godaan untuk marah yang cukup besar bagi ayah dan ibu mereka. Dengan kelelahan selama seharian, waktu istirahat menjadi ajang untuk meminta mereka diam. Meski, kami tahu sangat sering permintaan itu tidak diindahkan. Toh kalau sudah waktunya tidur mereka pun akan diam. Setiap malam, Nu akan meminta saya untuk tidur disampingnya dengan posisi tangan memeluk Nu. Jangan harap Na dan Naw tidur disamping saya, kecuali Nu akan marah dan meminta mereka untuk tidur di dekat Ibunya.

Anehnya prosedur itu bisa kacau jika akhir minggu atau pada saat liburan (kecuali prosedur mandi dan tidur). Hanya satu yang sangat antusias yang diperlihatkan oleh Nu ketika tahu ayahnya libur, yaitu kata JEY!! untuk kata YESS!! sambil mengepalkan tangan ke atas. Saya dan isteri hanya bisa menggelengkan kepala dan tersenyum melihat itu......

(untuk jagoan-jagoan ayah, I always love you kids,
selelah apapun akan hilang melihat wajah cerah kalian)

Tidak ada komentar: