
Ini adalah cerita Nu di Sekolah. Pada awal masuk sekolah Nu sebenarnya cukup mandiri dibandingkan dengan teman-temannya. Hanya dari awal Nu tidak mau berbaris sebelum masuk kelas, alasannya pasti klise 'cape' padahal dari rumah sampai sekolah menggunakan mobil jemputan.
Ketika di kelas, sebenarnya Nu cukup mandiri. Walaupun diantar, Ibu Nu tidak menunggu di dalam kelas tetapi dilantai 1 sekolah. Dua minggu setelah masuk sekolah di Playgroup, kami merencanakan agar Nu tidak lagi diantar. Ibu Nu sebenarnya mengantar tetapi tidak menunggu di depan kelas. Ibu Nu dan Naw menunggu agak jauh dari kelas dan kadang-kadang pulang begitu Nu telah masuk kelas. Tetapi pada hari pertama Nu ditinggal, Nu berteriak histeris me
ncari Ibunya yang biasanya terlihat ketika melihat di pintu atau jendela kelas. Seminggu setelah itu, Nu selalu ketakutan ditinggal Ibunya sehingga Ibu nya harus terlihat dari kelas Nu kalau tidak, Nu akan berteriak histeris kadang memukul-mukul ibunya.Setelah libur Lebaran, ternyata kondisi ini terus berlanjut, bahkan lebih parah. Nu tetap tidak mau baris, tidak mau olah raga, dan tidak mau belajar selain menggambar. Wah, susah juga akhirnya kami cari cara supaya Nu bisa berubah. Pertama adalah pemberian hadiah jika Nu melakukan semua kegiatan di sekolah dengan baik. Usaha ini tidak berhasil, Nu sepertinya tidak mempermasalahkan kalaupun tidak dapat hadiah. Kedua dengan tidak memberikan bekal sebelum waktunya dibuka. Tetap ini pun tidak berhasil, yang ada Ibu Nu di pukul dan dicubit.
Akhirnya kami mencoba menghukum Nu dengan sesuatu yang ditakutinya, yaitu keramas setiap sore hari...biasanya Nu hanya meminta 3 gayung untuk menyiram rambutnya yang dishampoo. Ini baru berjalan seminggi ke bela
kang. Sepertinya lumayan mujarab. Nu diancam akan dikeramas 30 gayung kalau tidak mau melaksanakan kegiatan di sekolah. Lumayan, Nu mau baris tetapi tidak mau membaca doa dan mengaji. Ya sudah pada sore hari Ayah Nu mencuci rambut Nu dengan 30 'gayung'. Sebenarnya itu hanya 3 gayung tetapi dihitung dengan cepat sampai dengan 30. Cukup ampuh tetapi ada kekhawatiran Nu akan ketakutan. Sejauh ini Nu tidak mengalami mimpi terkait keramas ini. Biasanya Na, Nu, dan Naw akan bermimpi tentang yang mereka takuti melalui teriakan, celotehan atau tangisan....mudah-mudahan Nu semakin pintar dan rajin ya...tentu saja kami sebagai orang tua terus berupaya mencari cara yang baik dan tidak menyakiti untuk membuat Nu dan kakak adiknya menjadi manusia yang beriman dan berbakti...............amiiieeen.....