Jumat, 16 Oktober 2009

Cerita Nu di Sekolah


Ini adalah cerita Nu di Sekolah. Pada awal masuk sekolah Nu sebenarnya cukup mandiri dibandingkan dengan teman-temannya. Hanya dari awal Nu tidak mau berbaris sebelum masuk kelas, alasannya pasti klise 'cape' padahal dari rumah sampai sekolah menggunakan mobil jemputan.

Ketika di kelas
, sebenarnya Nu cukup mandiri. Walaupun diantar, Ibu Nu tidak menunggu di dalam kelas tetapi dilantai 1 sekolah. Dua minggu setelah masuk sekolah di Playgroup, kami merencanakan agar Nu tidak lagi diantar. Ibu Nu sebenarnya mengantar tetapi tidak menunggu di depan kelas. Ibu Nu dan Naw menunggu agak jauh dari kelas dan kadang-kadang pulang begitu Nu telah masuk kelas. Tetapi pada hari pertama Nu ditinggal, Nu berteriak histeris mencari Ibunya yang biasanya terlihat ketika melihat di pintu atau jendela kelas. Seminggu setelah itu, Nu selalu ketakutan ditinggal Ibunya sehingga Ibu nya harus terlihat dari kelas Nu kalau tidak, Nu akan berteriak histeris kadang memukul-mukul ibunya.

Setelah libur Lebaran, ternyata kondisi ini terus berlanjut, bahkan lebih parah. Nu tetap tidak mau baris, tidak mau olah raga, dan tidak mau belajar selain menggambar. Wah, susah juga akhirnya kami cari cara supaya Nu bisa berubah. Pertama adalah pemberian hadiah jika Nu melakukan semua kegiatan di sekolah dengan baik. Usaha ini tidak berhasil, Nu sepertinya tidak mempermasalahkan kalaupun tidak dapat hadiah. Kedua dengan tidak memberikan bekal sebelum waktunya dibuka. Tetap ini pun tidak berhasil, yang ada Ibu Nu di pukul dan dicubit.

Akhirnya kami mencoba menghukum Nu dengan sesuatu yang ditakutinya, yaitu keramas setiap sore hari...biasanya Nu hanya meminta 3 gayung untuk menyiram rambutnya yang dishampoo. Ini baru berjalan seminggi ke bela
kang. Sepertinya lumayan mujarab. Nu diancam akan dikeramas 30 gayung kalau tidak mau melaksanakan kegiatan di sekolah. Lumayan, Nu mau baris tetapi tidak mau membaca doa dan mengaji. Ya sudah pada sore hari Ayah Nu mencuci rambut Nu dengan 30 'gayung'. Sebenarnya itu hanya 3 gayung tetapi dihitung dengan cepat sampai dengan 30. Cukup ampuh tetapi ada kekhawatiran Nu akan ketakutan. Sejauh ini Nu tidak mengalami mimpi terkait keramas ini. Biasanya Na, Nu, dan Naw akan bermimpi tentang yang mereka takuti melalui teriakan, celotehan atau tangisan....mudah-mudahan Nu semakin pintar dan rajin ya...tentu saja kami sebagai orang tua terus berupaya mencari cara yang baik dan tidak menyakiti untuk membuat Nu dan kakak adiknya menjadi manusia yang beriman dan berbakti...............amiiieeen.....


Kamis, 01 Oktober 2009

H O R E E E L E B A R A N !!!!!


Lebaran tahun 2009 Na, Nu dan Naw dirayakan di rumah neneknya di Sukabumi. Berada di bawah kaki gunung Pangrango membuat pagi tanggal 20 September 2009 sangat dingin. Akibatnya Na, Nu dan Naw sulit dibangunkan untuk mandi pagi....walaupun dengan bujukan akhirnya mereka mau bangun dan mandi. Selanjutnya adalah menggunakan Koko yang sudah disiapkan. Untuk Lebaran kali ini thema nya adalah Go-Brown Familly......... so Na, Nu, dan Naw menggunakan koko warna coklat, begitupun ayah dan ibunya.

Saat sholat ied, hanya Na yang agak rewel ingin cepat cepat selesai. Setelah sholat ied usai, akhirnya Na, Nu, dan Naw pun mengganti baju Koko masih dengan seragam warna coklat. Wah persis kayak trio penyanyi siap beraksi di panggung he he he he.....

Pada hari itu juga kami bersiap siap menuju rumah nenek dan kakek Na, Nu dan Naw di Purwakarta. Pada sore hari kami telah sampai di Purwakarta. Di hari berikutnya adalah bersilaturahmi kepada Saudara-Saudara dari Nenek Na, Nu dan Naw yang ada di Subang.

Hari Ketiga setelah lebaran kami isi dengan jalan-jalan ke Taman Mini Indonesia Indah. Wah cukup ramai juga, tetapi Na, Nu, dan Naw cukup menikmati. Apalagi sepupu mereka juga turut serta. Saking penuhnya kami hanya bisa masuk di 3D dan akuarium air tawar..... alhamdulillah Na, Nu dan Naw sangat senang....sorenya kami kembali ke rumah di Depok.....